Jumat, 08 Maret 2013

puisi ku


Renungan Hidup Dalam Tahajjudku

Malam Ini
Aku Termenung Dibawah Cahay Lampu Yang Samar
Aku Terdiam Kaku Disebuah Sudut Ruang Kosong
Berfikir Tentang Kenyataan Hidup Ini
Aku Coba Merangkai Kata
Bermain Dengan Tinta Pena
Seakan Tak Henti-Hentinya Berkarya
Kulukiskan Kenyataan Hidup Ini
Didalam Hayalan Bathinku
Hidup Adalah Ibadah
Hidup Ini Penuh Dengan Makna  Yang Tersirat
Dalam Hidup,Kita Tertawa
Dalam Hidup,Kita Bersenda Gurau
Gembira Dengan Keaaan Buana
Menikmati Segala Kesempatan
Tiap Liku Kita Bahagia
Tapi,Ingatlah
Hidup Juga Perjuangan
Tidak Selalu Kita Dalam Kesenangan
Kala Kita Melukis Tentang Semua Keindahan
Kita Melupakan Semua Keburukan
Kala Kita Terbang Jauh Dari Kenyatan
Kita Melupakan Semua Kenangan
Canda Tawa,Air Mata Kesedihan
Selalu Menjadi Hiasan
Begitulah Lika-Liku Kehidupan
Kadang Kala,Hidup Begitu Indah
Canda Tawa Selalu Menghiasi Hidp Kita
Terbuai Akan Keindahan Fatamorgana
Sehingga Lupa Kepada Sang Pencipta
Namun,Ketika Cobaan Melanda Kita
Air Mata Menjadi Teman Setia
Sang Pencipta Menjadi Sandaran Jiwa
Tangan Selalu Menengadah
Memohon Kebahagiaan Dalam Hidup Ini
Begitulah Serangkaian Lukisan Kehidupan
Kadang Aku Bertanya
Dimana Lagi Tempat Pijakku
Sementara Tanah Tanah Kini Tak Terlihat
Pohonan Tinggalkan Puncak Yang Ranggal
Babungan Begitu  Lindap Di Pelupuk Mata
Sedang Diriku Hanya Lalai Dengan Kemegahan Hidup Ini
Kenapa Ada Darah Tanpa Luka
Sedang Kaktus Masih Menyimpan Durinya Dalam Dala
Kenapa Aku Harus Resah Berfikir Tentang Kemegahan Hidup
Sedang Akhiratku,Ku Lupakan Begitu Saja
Aku Tersadar Dari Renungan Ini
Ketika Malam Bertambah Kelam
Sementara Bisu Kampung-Kampung Tak Juga Reda
Karna Penghuninya Tlah Tertidur Lelap
Inilah Renungan Hidupku
Dalam Tahajjud Ku Malam Ini

goresan pena:Reza arisky